Connect with us

Hukum & Kriminal

Edarkan Sabu sabu ASN di Toraja Ditangkap BNN, Transaksi di Lokasi Judi Sabung Ayam

Published

on

DM bersama empat diamankan di Kantor BNNK Tana Toraja

TODAY, MAKALE – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu sabu di wilayah hukumnya.

Pelaku berinisial DM warga Kecamatan Tallunglipu, Toraja Utara. DM merupakan ASN yang bertugas pada Dinas Kesehatan Toraja Utara.

Dalam siaran persnya, Selasa (15/2) Kepala BNNK Tana Toraja AKBP Natalya Dewi Tonglo mengungkap penangkapan terhadap DM dilakukan di rumah pelaku pada 10 Februari 2022 lalu.

Dewi sapaan akrabnya menjelaskan, DM ditangkap setelah pihaknya melakukan pengembangan, dimana sebelumnya dihari yang sama berhasil menangkap dua orang pria penyalahguna narkoba, yaitu OL dan DN.

OL dan DN digerebek Tim Pemberantasan BNNK Tana Toraja saat sedang mengkonsumsi barang haram tersebut disebuah rumah di lorong Kijang, Batulelleng, Kecamatan Rantepao, sekira pukul pukul 17.00 wita.

Saat penggeledehan, petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu sabu sebanyak 1 sachet berat 0,29 gram.

“Saat diinterogasi, bersangkutan mengatakan sabu diperoleh dari lelaki bernama DM yang mengaku sebagai ASN Dinas Kesehatan Toraja Utara. Atas informasi tersebut kemudian Tim langsung menuju ke rumah DM yang bertempat di Tallunglipu dan langsung mengamankan lelaki atas nama DM,” beber Dewi.

Setelah ditangkap, DM mengaku, bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya yang dijual kepada OL dan DN senilai Rp 400 ribu.

“DM juga mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari jaringan peredaran gelap narkotika Palopo-Toraja (Batusitanduk) dengan cara bertemu di lokasi sabung ayam. Pemilik barang (sabu) adalah AM, tetapi narkotika tersebut tidak diserahkan langsung oleh AM kepada DM melainkan melalui kurir dari AM,” jelas Dewi.

Tak hanya DM, kepada petugas OL dan DN juga menyebut dua nama rekannya yang lain, yang sebelumnya sempat mencicipi barang haram tersebut bersama sama, yaitu berinisial AT dan DD.

Sekira pukul 21.00 wita, Tim Pemberantasan BNNK Tana Toraja juga berhasil mengamankan AT dan DD di lorong Kijang, Kecamatan Rantepao.

Akibat perbuatannya, DM dijerat pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) dengan ancaman pidana seumur hidup atau minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda Rp 1 hingga 10 miliar.

Sementara terhadap tersangka
OL, DN, dan DD, sesuai hasil rekomendasi TAT akan direhabilitasi sambil menjalani masa penyidikan dengan ancaman Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) Subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a dengan ancaman pidana 4 tahun sampai 20 tahun pidana penjara.

“Sedangkan terhadap AT diserahkan ke IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan,” kata Dewi.

Terungkapnya kasus ini, jelas Dewi berkat bantuan masyarakat. Olehnya ia menyampaikan apresiasi.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu memberikan informasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” tutup Dewi.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Toraja Utara Elisabeth Zakaria yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini.

Dia mengungkap, sebelumnya DM telah diberi surat teguran karena malas.

“Kami sudah dengar tapi belum ada surat masuk ke dinkes. Memang selama ini pemalas dan kami sudah lapor ke pak Bupati, bahkan surat teguran kami sudah lapor ke pak bupati yang selama ini pak bupati tegakkan disiplin dan DM pemalas,” kata Elisabeth kepada torajadaily via WhatsApp, Selasa (15/2) malam. (Atjong)

Trending