Connect with us

Pemerintahan

Pemkab Tana Toraja Bangun 31 Menara BTS di Pelosok

Published

on

Ilustrasi/ INT : BTS

TODAY, MAKALE – Sebanyak 31 menara Base Transceiver Station (BTS) basis 4G akan dibangun di Kabupaten Tana Toraja, khususnya wilayah pelosok tahun ini.

31 titik yang akan dibangun BTS ini tersebar di 8 Kecamatan. Rinciannya, Masanda 7, Bittuang 5, Bonggakaradeng 4, Gandangbatu Sillanan 1.

Kemudian di Kecamatan Malimbong Balepe’ 3, Mappak 1, Rano 5, serta Simbuang 5 BTS.

Baca juga:

Bupati Tana Toraja Galakkan Gerakan Sejuta Buku

Kepala Dinas Komunikasi Informasi Tana Toraja Oktovianus Berthy Mangontan menjelaskan pembangunan 31 BTS basis 4G ini merupakan Program Non 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Lanjut dia, program Non 3T ini sejalan dengan visi misi Pemkab Tana Toraja, yakni perluasan jangkauan jaringan internet hingga ke wilayah pelosok.

“Ini yang kita usulkan ke Kemenkominfo tahun lalu sebanyak 31 titik. Memang lokasi ini masih mengalami blankspot,” katanya, Sabtu, 30 April 2022.

Menurut Berthy sapaan akrabnya, dari 31 titik itu sudah ada tiga BTS yang selesai dibangun, yakni di Lembang Lemo Menduruk, Kecamatan Malimbong Balepe, Lembang Sesesalu, Kecamatan Masanda dan Lembang Rano Tengah, Kecamatan Rano “Sisanya sementara on progres” imbuhnya.

Untuk diketahui, Program Non 3T merupakan program pemerataan jaringan telekomunikasi ke seluruh pelosok negeri di luar wilayah 3T. Secara spesifik lokasi Non 3T tidak berada di daerah yang terisolir (jarak non 3T dengan BTS existing terdekat rata-rata sekitar 5-10 km), namun kurang menjadi prioritas bagi operator.

Pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dilakukan agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan telekomunikasi hingga ke seluruh pelosok negeri.

Berthy menjelaskan Pembangunan menara BTS diprioritaskan menyasar daerah-daerah yang masih mengalami blankspot, baik daerah pegunungan maupun kepulauan.

“Jadi pemerintah bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi di Indonesia untuk pengembangan layanan di desa tersebut,” pungkasnya (*)

Trending