Connect with us

Peristiwa

Rumahnya Ludes Terbakar, Matius Maro Tinggal di Pondok Darurat

Published

on

alterntif text

TODAY, GANDASIL – Matius Maro alias Nenek Yeyen (73) serta keluarga kini terpaksa harus tinggal di pondok darurat pasca rumahnya ludes dilalap si jago merah.

Matius warga Lembang Buntu tabang, Kecamatan Gandasil, Tana Toraja kehilangan seluruh harta bendanya dalam peristiwa yang terjadi pada Rabu (28/7/2021) lalu.

Pondok darurat berdinding atap seng ini dibangun oleh warga setempat di bekas rumah yang terbakar agar dihuni sementara waktu Matius bersama keluarga.

Tak hanya bantuan dari warga, sejumlah pihak juga telah datang memberikan bantuan kepada para korban.

“Beberapa sudah ada yang datang membawa bantuan dari Pemkab Tana Toraja juga Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja,” kata Hermin putri sulung Matius Maro kepada torajadaily, Jumat (30/7).

Hermin mengaku bantuan berupa bahan makanan dan keperluan sehari hari yang diterima dari beberapa pihak telah cukup.

“Cuman saat ini yang kami pikirkan tempat tinggal permanen,” tandas perempuan berusia 48 tahun itu.

Diketahui dua unit rumah ini milik Matius Maro yang berdekatan rata dengan tanah akibat terbakar sekira pukul 03.40.

Sarlota (38) keponakan korban mengatakan sumber api dipicu korsleting listrik yang berada di rumah baru milik Matius.

Angin yang bertiup kencang menyebabkan kobaran api dengan cepat membesar.

dan angin yang begitu kencang sehingga menyebabkan api yang dengan cepat merambat ke rumah lama yang juga milik Matius.

“Itukan korsleting kabel yang berada di atas atap rumah baru dan waktu kita lihat api sudah besar menyala karena angin begitu kencang sehingga api dengan cepat merambat dari rumah lama ke rumah baru” terang Sarlota.

Selain dua unit rumah, api juga menghanguskan gabah 85 karung, cengkeh 20 karung, kopi 10 karung dan uang tunai Rp 89 juta.

Meski tak menelan korban namun, kerugian materil ditaksir mencapai sekitar Rp 600 juta. (Devid)

alterntif text
alterntif text

Trending