Connect with us

Peristiwa

Trans Sulawesi di Luwu Utara Berlubang, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Published

on

Roda As Truk Pengangkut Kayu Patah

TODAY, LUWU UTARA – Sebuah truk pengangkut kayu mengalami patah as roda di trans Sulawesi, tepatnya Dusun Pondan, Desa Buangin, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara. Insiden tersebut terjadi Selasa, 29 November 2022 malam.

Menurut sopir truk, Supri, insiden patahnya as roda belakang terjadi ketika ia melewati jalan berlubang di jalan tersebut.

“Dari tadi malam sekitar pukul 00.00 wita. Itukan banyak air tergenang jadi tidak kelihatan kalau ada lubang besar, tiba tiba as roda belakang patah,” ungkap Supri kepada torajadaily, di lokasi kejadian, Rabu (30/11/2022) siang.

Sedianya, Supri yang berangkat dari Bayondo, Kabupaten Luwu Timur hendak menuju Kabupaten Sidrap mengantar kayu. Namun, akibat insiden tersebut ia terpaksa tertahan hingga siang ini.

“Nanti pagi itu pak baru saya kuras semua itu air di lubang. Itu mobil sudah miring ke kiri kalau saya tidak dongkrak dengan ganjal pake kayu biasa-bisa jatuh ke kiri itu,” ucap Supri.

Saat ini truk DM 8265 D masih terjebak di badan jalan hingga menggangu arus lalu lintas.

Warga Keluhkan Jalan Berlubang

Banyaknya Jalan yang berlubang di jalan poros trans Sulawesi Selatan dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat

Titik terparah berada di Dusun Pondan, Desa Buangin, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara.

Jalan lubang yang membentuk kubangan ini mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas.

“Ia pak bahaya sekali ini lubang. Kalau tidak segera diperbaiki bisa-bisa ada korban jiwa. Saya baru datang disini baru pulang kerja, selama saya sudah 10 hari disini sudah ada tiga orang korban yang kecelakaan akibat lubang itu keempat sama ini mobil truk,” aku Suardi salah satu warga, yang tinggal di seberang jalan rusak, Rabu (30/11).

“Paling parah itu waktu hari jumat malam, saya sedang nonton bola tiba-tiba saya dengar ada suara benturan yang keras saya lari keluar saya lihat ada yang kecelakaan. Langsung saya bawa dia ke puskesmas dekat sini karena puskesmas tidak bisa tangani dia di rujuk ke RSUD Masamba,” lanjutnya.

Senada dengan Vira, warga lainnya. Parahnya, menurut Vira meski sudah kerap terjadi kecelakaan, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah.

“Sering mi pak kecelakaan disini. Biasa kalau ada yang kecelakaan itu mereka (aparat pemerintah datang ji foto,” ungkapnya.

Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar segera memperbaiki jalan tersebut untuk mencegah timbul korban jiwa. (Devid)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending